Berbahayakah Face App?

Jadi buat anda yang sudah mengUpdate Foto Tua anda,berarti anda sudah mengetahui bagaimana wajah anda ketika tua nanti ya? Dengan Rambut memutih,kerutan wajah,mata mulai berkantung dan kulit menua.

Kini kita bisa melihat sendiri bagaimana mereka menjadi tua, hanya dalam hitungan detik. Yang perlu dilakukan hanya mengunggah foto wajah mereka saat ini,termasuk pada selebriti dunia dan indonesia yang juga menggunakan aplikasi ini.

Jutaan pengguna di seluruh duniamenggunakan aplikasi ini dan tampaknya menikmati fitur FaceApp,ini dan faceapp menjadi  unduhan nomor satu di toko aplikasi Android dan iOS – sebuah kesuksesan besar bagi pengembang sebuah perusahaan pengembang dari Rusia, yaitu Wireless Lab.Sebenarnya Faceapp memang sudah ada di playstore dan Ios sekitar dua tahun,tapi ya baru bebarapa hari ini muncul dan langsung popluer lagi

Sebenarnya Siapa di belakang FaceApp?

Tidak banyak yang diketahui tentang perusahaan Wireless Lab yang berbasis di St. Petersburg, Rusia.Perusahaan tidak hanya mengumpulkan data pengguna, tetapi juga menyimpan gambar-gambar yang diunggah pengguna, tanpa persyaratan yang jelas.

Para pengamat keamanan siber khawatir, pemerintah Rusia pada akhirnya bisa mendapat semua informasi pengguna.

Tapi dia membenarkan, bahwa gambar asli dari pengguna memang diunggah dan diproses dengan menggunakan cloud. Artinya, data-data itu dikumpulkan di suatu tempat.Servernya tidak berada di Rusia, tetapi di Amerika Serikat, Singapura dan Irlandia, dan milik Amazon atau Google, kata Wireless Lab.

Sebagian besar gambar dihapus dalam waktu 48 jam.

Kecuali untuk pengiklan, pihak ketiga tidak menerima metadata apa pun.

Ini strategi yang mirip dengan cara Google dan Facebook menangani data, paling sedikit, itulah pernyataan mereka.Yaroslav pernah bekerja di microsoft dan menyelesaikan studi di bidang mekanik dan matematika di St. Petersburg State University.

Saat masih kuliah Goncharov sudah bekerja hingga terbang ke Amerika Serikat untuk bekerja di Microsoft.

Hak guna terlalu kabur

Data-data pribadi bisa jatuh ke tangan yang salah, kata kepala perlindungan data Jerman, Ulrich Kelber.Dia mengatakan, persyaratan penggunaan aplikasi FaceApp “terlalu kabur”.


Di AS, anggota parlemen mulai bersuara dan meminta badan intelijen FBI mengamati FaceApp lebih seksama.Chuck Schumer, anggota Senat dari New York, menulis kepada FBI dan Komisi Perdagangan Federal AS, meminta agar FaceApp diselidiki untuk kemungkinan transfer data-data pribadi dari AS ke pihak ketiga – karena bisa saja pihak ketiga adapah pihak “musuh”.

“Lokasi FaceApp di Rusia menimbulkan pertanyaan mengenai bagaimana dan kapan perusahaan memberikan akses ke data-data warga AS kepada pihak ketiga, termasuk ke pemerintah asing,” tulis Schumer.

Komite Nasional Partai Demokrat memperingatkan para kandidat presiden mereka untuk tidak menggunakan FaceApp, karena ada kemungkinan data-data mereka bisa diakses pihak ketiga.

Seperti banyak aplikasi lain, FaceApp tampaknya mengambil data model dan nomor seri ponsel untuk menganalisis bagaimana aplikasi tersebut digunakan.

Masih belum jelas, apakah dan untuk tujuan apa foto-foto pengguna aplikasi itu digunakan untuk apa<tapi ya setidaknya kita senang senang saja .

sumber : tribunnews