Tenaga Kesehatan Se-Kota Banda Aceh Dilatih Sistem Informasi Kesehatan Posyandu

Banda Aceh – Ratusan tenaga kesehatan se-kota Banda Aceh mendapatkan pelatihan sistem informasi posyandu (M-Health) yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan kota Banda Aceh dan UNICEF bekerja sama dengan Flower Aceh dan PKBI (Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia) di aula Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, 20-24 Mei 2019.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, dr. Warqah Helmi, dalam sambutannya mengatakan selama ini banyak data tidak terinput dengan baik di tingkat posyandu, dengan hadirnya aplikasi ini diharapkan permasalahan tersebut dapat teratasi. “Dengan adanya M-health ini, kita bisa memiliki data real time dan bisa direkap dalam hitungan detik sehingga tidak ada lagi data yang tertinggal,” terangnya.

Sementara itu dr. Tira Aswitama, CSD Specialist dari UNICEF Perwakilan Aceh dalam sambutannya mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat sistem informasi Posyandu secara online, sehingga dapat memberi gambaran situasi terkini kepada pihak yang berkepentingan dan para pengambil kebijakan untuk menyusunan program dan penganggaran kesehatan ibu dan anak di Posyandu yang strategis dan tepat sasaran. Sekarang ini data di Posyandu dibuat secara manual sehingga menyebabkan beberapa masalah seperti waktu pelaporan yang lama, kualitas data yang kurang akurat, dan kemungkinan terjadi inkonsistensi data. Dengan adanya M-health ini data bisa disajikan real time dan mengurangi dampak human error. Sitem ini diharapkan bisa berkelanjutan dan digunakan oleh semua pihak berkepentingan. “Kita juga sudah berkoordinaasi dengan DPMG (Dinas Pemberdayaan Masayarakat dan Gampong), Kominfo, BKKBN dan semua mendukung serta berharap program ini berjalan lancar,” ujarnya.

Dalam pelatihan ini petugas penanggung jawab Posyandu dari 11 Puskesmas di Kota Banda Aceh dilatih untuk melakukan penilaian dan pemetaan Posyandu tahunan menggunakan platform online. Aplikasi ini juga dapat digunakan untuk melacak pencapaian kemajuan secara rutin di tingkat Posyandu yang telah dikembangkan berdasarkan format yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan.

Kegiatan pelatihan M-health di kota Banda Aceh ini melibatkan 234 tenaga kesehatan se-kota Banda Aceh. Kegiatan ini akan dilakukan dalam tiga gelombang.  Hari ini (20/5) 25 staff Promkes dan TPG dari 11 Puskesmas di Banda Aceh dilatih untuk menjadi trainer untuk kader posyandu dan bidan desa untuk mengisi laporan tahunan Posyandu, indikator kunci Posyandu bulanan dan Informasi terintegrasi, pengingat dan umpan balik melalui SMS (gratis). Setelah mendapatkan ToT M-Health, peserta akan meng-training 113 kader Posyandu dan 90 bidan desa di hari Rabu (22/5) dan Jumat (24/5).

Platform M-Health saat ini sedang diujicoba di 4 kabupaten: Sabang, Singkil, Aceh Jaya, dan Simeuleu, dengan dukungan penuh dari UNICEF dalam hal pelatihan dan pengembangan sistem. Workshop dan pelatihan di tingkat provinsi telah dilaksanakan pada tanggal 28 Maret 2019 lalu. Sebagai kelanjutan dari kegiatan tersebut, akan dilaksanakan pelatihan di tingkat kabupaten untuk memastikan bahwa kegiatan pemetaan Posyandu akan dilaksanakan pada tahun ini, indikator kunci Posyandu dilaporkan oleh Bidan Desa setiap bulan, dan setiap bayi baru lahir terdata untuk mendapatkan pengingat imunisasi. Kota Banda Aceh dipilih menjadi daerah tambahan baru yang akan mengaplikasikan penggunaan aplikasi M-Health dalam upaya terdigitalisasi layanan layanan Posyandu di kota tersebut. (NL)