Bawaslu Melarang Kampanye di Sosial Media di Minggu Tenang

Hari ini dimulai masa tenang Pemilihan Umum 2019, masa tenang yang dimulai dari tanggal 14-16 April.

Bawaslu RI Bersama Kementrian Kominfo melarang penayangan Kampanye dalam bentuk iklan di platform platform media social di Indonesia, Ada sembilan platform medsos yang dikirimi edaran itu. Mereka adalah Facebook, Twitter, Bigo Live, Google, Line, Tik Tok, Live Me, Blackberry Messenger, dan Kwaigo.

Anggota Bawaslu RI Fritz Edward Siregar mengungkapkan, pihaknya meminta semua platform medsos tidak menayangkan Iklan tersebut, jelas dia, bisa berupa rekam jejak, citra diri peserta pemilu, atau bentuk lain yang mengarah pada kampanye.

Selain penanyangan video dan gambar di Sosial Media penggunaan Tagar atau Hashtag yang mengarahkan kepada pasangan calon atau caleg atau parpol juga bisa dikenakan sangsi.

Seperti di beritakan oleh beritagar.id Memasuki masa tenang Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, 14 hingga 16 April, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) melarang penayangan iklan kampanye di media sosial (medsos).

Sementara itu dari Bawaslu RI mengatakan sampai dengan tanggal 12 April 2019 Fritz, juga mengatakan ada 1.990 akun dan postingan postingan di media social  yang dianggap berdasarkan peraturan telah  melanggar Pasal 280 Undang-Undang 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.

Ketua Bawaslu Abhan menambahkan, sanksi terberat jika kampanye di medsos pada masa tenang adalah pidana karena masuk kategori kampanye di luar jadwal. “Sedangkan untuk sanksi administrasi, akun media sosial di-take down,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.